Selasa, 12 April 2011

Cara Sederhana Memelihara Burung Merpati Maupun Cara Beternak Burung Merpati

BERBEDA dengan burung lainnya, burung merpati termasuk jenis burung yang mudah dirawat. dan untuk mencari merpati pun bukan hal yang sulit, karna merpati banyak dijual di pasar burung diindonesia. ada beberapa tips simple saat memilih burung merpati, tentunya untuk yang mau dirawat atau diternakan kembali.

pertama, tentu saja burung yang kamu beli itu harus sehat.ciri burung merpati yang sehat adalah memiliki bulu yang bagus. bagian ujung sayapnya tidak melor alias turun. bila di tangkap dengan tangan tenaga reaksi/perlawanan besar.

kedua, usahakan jangan membeli burung merpati yang sudah tua, ini tidak bagus bagi yang sekedar membeli untuk disembelih maupun untuk diternak.

ciri-ciri burung merpati yang telah berusia senja/tua adalah sebagai berikut, daging di sekitar paruh yang kelihatan tebal. bagian lubang hidungnya juga terlihat ada kerutan daging tebal. bila di cermati paruhnya sudah ngak kilat.

selanjutnya, ketiga , bila saat kamu memilih diantara banyak burung yang ada dalam satu sangkar, jangan terlalu dekat dengan sangkarnya dulu. ambil beberapa langkah ke belakang dan cermati perilaku si burung merpati dari kejauhan. yang mesti kamu perhatikan adalah burung yang menjadi raja didalam sangkar, atau yang memiliki sifat paling domininan

kelima, pelajari ciri-ciri antara induk pejantan dan induk betina, induk pejantan biasanya memiliki paruh yang lebih tebal, lehar lebih besar, kepala yang lebih panjang dan besar. bulu disekitar lebih yang mengkilap. bila didekato burung lain pejantan/betina lain dia akan bekur (berkutut)

kalau cara menternakan merpati juga gampang-gampang susah sebenarnya. ada dua metode disini, yang pertama sistim kurung. jadi burung merpati itu nga pernah dilepas atau keluar dari sangkar nya. cara ini tidak begitu maksimal bila dipilih dalam menternakan burung merpati. karna burung merpati adalah burung yang suka bersosialisai melalui terbang dan mondar-mandir. tapi bila ini cara yang terakhir dipilih metode ternaknya, usahakan sangkar nya di perbesar.

metode kedua, sistim lepas kandang. bagi yang baru membeli burungnya dari pasar burung ngak boleh langsung dilepas. kurung dan kasih makan burung nya dahulu selama beberapa hari didalam kandang. selanjutnya sayap burung disalasiban/di lakban/di lem isolasi.barulah burung dilepas dalam keadaan sayap dilem (usahakan jangan merusak bulu sayapnya saat me-lem maupun membuka lemnya).biarkan burung keluar sendiri dari sangkar untuk pertama kali. saat malam tiba , bila si burung sudah tau cara pulang sendiri kerumah barunya berarti ada kemajuan.

biarkan kejadian ini berulang-ulang selama beberpaa hari hingga memungkinkan untuk dilepas (tips yg paling aman adalah saat burung sudah bertelur dan mengerami baru dilepas)

untuk mengawinkannya sendiri sebenarnya ada triknya, kumpulkan beberapa burung merpati dalam kandang selama seminggu, maka akan terjadi pacaran anatar sesama burung merpati. pasangan yang sudah menjadi ini tidak akan berpisah bila tidak diapa-apain atau satunya tiada. dan untuk melihat kapan saatnya burung merpati akan bertelur juga ada caranya. berikut adalah tanda-tanda burung merpati bila akan bertelur. indukan pejantan akan bersifat agresif dan membuntuti si burung betina kemana pun ia terbang. selalu mengekor dibelakang si burung betina hingga terlihat seperti overprotect (kayak orang yang pacaran aja :p)

sekedar pengetahuan, masa - masa inilah burung merpati bisa di balapkan.caranya : tangkaplah siburung indukan ketika memasuki kandang. pisahkan dan jangan sampai terlihat oleh burung pejantan selama beberapa menit. lalu ketika siburung jantan sudah terlihat sibuk/bingung mencari burung betina dan memanggil-manggil dengan suara khas khuuu khuuu keluarkan si burung betina.sijantan akan lengket ditangan
">

untuk membantu menjaga perkawinan siburung agar lancar ada beberapa cara juga yang bisa kita lakukan. bila tanda-tanda akan bertelur sudah terlihat seperti yang baru kusebutkan diatas , kamu bisa menyediakan kayu-kayuan kceil seperti batang lidi, jerami, tali bekas yang kecil, atau apa saja yang sifatnya bisa di rangkai burung merpati jadi sarang. karna selama musim bertelur tiba, burung merpati akan mencari benda-benda tersebut untuk dibuat alas telur untuk pengeramaan.

demikian tips sederhana ini, moga di baca orang yang memerlukannya tips ini. ow iya, burung merpati hanya mengerami hanya sekitar 19-22 hari. itu waktu yang sudah pasti nya. ngak semua telur bisa menetas juga. paling banyak satu pasang burung merpati hanya menghasilkan 2 telur, 3 telur sangatlah langka. saat telur menetas kasihlah makan be-er atau jagung yang halus ke burung indukan, karna akan disuapi keanak-anaknya.






makanan yang paling baik untuk merpati adalah jagung dan kacang hijau. namun ada beberapa adat yang melarang umatnya memakan atau membunuh burung merpati, apalagi menjualnya untuk disembelih. jadi, usahakan tidak berdagang burung merpati, membunuh, maupun memakannya. karna burung merpati juga merupakan teman manusia seperti layaknya kucing

Manfaat lidah buaya

Manfaat lidah buaya

Lidah buaya atau aloe vera bukanlah tanaman asing bagi setiap orang. Meski sudah dikenal lama, hanya sedikit masyarakat yang mengetahui manfaat dan khasiat tanaman ini.
Ternyata dalam daun lidah buaya terkandung beberapa zat yang sangat baik untuk perawatan kecantikan dan obat.
Tanaman lidah buaya (Aloe Vera Linn) sudah dikenal sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini berasal dari Afrika. Lidah buaya masuk ke Indonesia dibawa oleh petani keturunan Cina pada abad ke-17. Sebutan untuk tanaman ini sangat bervariasi, tergantung negara tempat tumbuh.
Lidah buaya bisa tumbuh di daerah kering, seperti Afrika, Asia dan Amerika. Hal ini disebabkan tumbuhan tersebut bisa menutup stomata (mulut) daun hingga rapat pada musim kemarau untuk menghindari kehilangan air dari daunnya.
Lidah buaya juga bisa tumbuh di daerah beriklim dingin. Kelemahannya, jika ditanam di daerah basah dengan curah hujan tinggi, mudah terserang cendawan.
Batang tananan lidah buaya berserat atau berkayu. Pada umumnya sangat pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah.
Daun lidah buaya berbentuk tombak dengan helaian memanjang, berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, dan memiliki lapisan lilin dipermukaan. Daun lidah buaya bersifat sekulen, yakni mengandung air, getah dan lendir.
Bunga lidah buaya berbentuk terompet sepanjang 2 – 3 cm, berwarna kuning dan tersusun berjuntai melingkari ujung tangkai menjulang ke atas. Lidah buaya berakar serabut.
Lidah buaya mengandung dua jenis cairan, yakni bening seperti jelly dan cairan berwarna kekuningan yang mengandung aloein. Jelly lidah buaya bisa diperoleh dengan belah batangnya.
Jelly mengandung zat anti bakteri dan anti jamur. Di dalam jelly juga terkandung salisilat, sehingga bisa meredam sakit dan anti bengkak.
Sedangkan cairan berwarna kekuningan yang mengandung aloin berasal dari lateks yang terdapat dibagian luar kulit. Cairan ini bisa digunakan untuk obat pencahar.
Cairan lidah buaya memiliki keasaman (PH) seperti kulit manusia. Hal ini bisa menghindari terjadinya alergi kulit bagi pemakaiannya. Adanya senyawa lignin dan polisakarida memberi kemampuan untuk menembus kulit secara baik, sekaligus sebagai media pembawa zat-zat nutrisi yang diperlukan kulit.
Asam amino yang terkandung didalamnya akan membantu perkembangan sel-sel baru, sekaligus menghilangkan sel-sel yang telah mati

Kamis, 07 April 2011

PENGARUH KOTORAN SAPI DAN KOTORAN AYAM DALAM PEMBUATAN KOMPOS




Pengomposan merupakan salah satu alternatif terpilih dalam upaya mengatasi
masalah sampah baik yang berasal dari limbah rumah tangga, limbah industri,
maupun limbah peternakan. Sampah Kota Magelang saat ini membutuhkan
pengolahan alternatif mengingat kapasitas tampung TPA Banyu Urip hampir habis.
 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan optimal diantara komposisi
pencampuran sampah organik, kotoran sapi, dan kotoran ayam terhadap kualitas
kompos, untuk mengetahui kualitas kandungan kompos matang dan untuk
membandingkan kualitas kompos tersebut standar menurut SNI-19-7030-2004,
menurut Asosiasi Barak Kompos (2005), serta menurut hasil penelitian Ekawati
(2006)Pada penelitian ini terdiri dari kontrol dan 6 variasi tumpukan kompos dengan
perbandingan komposisi berbeda antara sampah organik, kotoran sapi, kotoran ayam
serta campuran antara kotoran sapi dan ayam sehingga pada akhirnya didapatkan nilai
kecepatan waktu dan kualitas optimum. Pengomposan dilakukan pada skala
laboratorium dan merupakan pengomposan aerobik. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa seluruh variasi tumpukan telah memenuhi standar kualitas kompos matang.

Tumpukan kompos yang paling optimal berdasarkan waktu kematangan adalah
kompos variasi F yaitu kompos dengan bahan dasar 7,2 kg sampah organik + 1,4 kg
kotoran sapi + 1,4 kg kotoran ayam dimana kompos matang pada hari ke-31.
Tumpukan kompos yang paling optimal berdasarkan kualitas adalah kompos variasi
E yaitu kompos dengan bahan dasar 7,8 kg sampah organik + 1,1 kg kotoran sapi +
1,1 kg kotoran ayam dimana besarnya kandungan C-organik 26,15 %, N-total 1,86
%; rasio C/N 14,05; P-total 1,02 %; K-total 1,76 %, kadar air 32,78 % dan PH 7,4
dengan waktu kematangan kompos selama 34 hari.

Senin, 04 April 2011

Mencegah penuaan dini dan mencerdaskan otak dengan DAUN SINGKONG

Mencegah penuaan dini dan mencerdaskan otak dengan DAUN SINGKONG



Didalam daun singkong ada berbagai kandungan asam amino yang diperlukan tubuh baik untuk membantu mengubah karbohidrat menjadi energi, membantu pemulihan kulit dan tulang, meningkatkan daya ingat mood, kinerja otak, dan metabolisme asam amino lain.

Daun singkong yang dikonsumsi secara rutin juga dapat mencegah aterosklerosis, penimbunan lemak di pembuluh darah yang bisa berdampak pada serangan jantung.

Klorofilnya mampu menurunkan koresterol juga memiliki daya antioksidan dan anti kanker(yang tentunya bukan kantong kering hehe..)

Daun singkong juga kaya akan vitamin A dan C. Vitamin A baik untuk kesehatan mata. Vitamin C dapat mencegah sariawan, meningkatkan kekebalan tubuh, membantu menangkal radikal bebas dan melindungi sel dari kerusakan oksidasi.

Kandungan serat daun singkong yang cukup tinggi dapat membantu melancarkan buang air besar. Dengan demikian masalah kanker usus dan penyakit jantung bisa diantisipasi.

So, sudah kah Anda makan daun singkong dalam minggu-minggu ini?

Jumat, 01 April 2011

Manfaat Daun Pepaya

1. Sebagai Obat jerawat.
membuatnya menjadi masker.
Cara membuat maskernya : ambil 2-3 lembar daun pepaya yang sudah tua.Kemudian jemur dan tumbuk sampai halus. Tambahkan satu setenagh sendok air, baru deh dapat di manfaatkan untuk muka penuh jerawatmu.
2. Manfaat Memperlancar pencernaan
Daun dari tumbuhan pepaya memiliki kandungan kimia senyawa karpain. Zat itu dapat membunuh mikroorganisme yang sering mengganggu fungsi pencernaan.
3. Menambah nafsu makan
Manfaat ini terutama untuk anak-anak yang sulit untuk makan. Ambil daun pepaya yang segar dan memiliki ukuran sebesar telapak tangan. Kalau sudah ketemu tambahkan sedikit garam dan air hangat setengah cangkir. Campur semua lalu diblender. Kemudian saring airnya, nah air itulah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan.
4. Demam berdarah
Siapa sangka kalau pepaya juga dapat untuk menyembuhkan demam berdarah. Coba ambil 5 lembar daun. Tambahkan setengah liter air lalu direbus. Ambil air tersebut jika sudah tertinggal seperempatnya saja. 5. Nyeri haid
Wanita jawa zaman dulu sering memanfaatkan daun pepaya untuk mengobati nyeri haid. Cukup Ambil 1 lembar daun saja, Tambahkan asam jawa dan garam. Lalu campur dengan segelas air dan Rebus. Dinginkan sebelum meminum ramuan pepaya tersebut.
6.Anti kanker
Hal ini masih belum pasti, tapi dari beberapa penelitian bahwa manfaat daun pepaya juga dapat dikembangkan sebagai anti kanker. Sebenarnya bukan hanya daunnya saja melainkan batang pepaya juga dapat digunakan. Karena kedanya memiliki milky latex (getah putih seperti susu).

Selasa, 29 Maret 2011

Pedoman Praktis Beternak Ayam Kampung Pedaging

Pedoman Praktis Beternak Ayam Kampung Pedaging

Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :
1. Bibit
Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : dengan membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.
2. Pakan
Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.
Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :
  • 7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
  • 19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
  • 34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
  • 47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
  • 58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
  • 66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
  • 72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
  • 74 gram/per hari sampai umur 8 minggu
Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.
3. Perkandangan
Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang.
Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.
Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam.
Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.
Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.
4. Manajemen Pemeliharaan
Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :
  • Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
  • Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
  • Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan dengan ketat
Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat menguraikannya di sini.
5. Pengendalian Penyakit
Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :
  1. Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
  2. Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
  3. Melakukan vaksinasi secara teratur
  4. Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
  5. Manajemen pemeliharaan yang baik

Senin, 28 Maret 2011

TEKNOLOGI BROILER UNTUK AYAM KAMPUNG

TEKNOLOGI BROILER UNTUK AYAM KAMPUNG


Sebenarnya, yang lebih dulu diterapkan dalam budidaya ayam kampung justru teknologi layer (ayam petelur). Induk ayam kampung diisolasi dalam kandang baterai (satu petak kandang pas untuk satu ekor ayam. Diberi pakan layer, diberi egg stimulant dan telurnya bisa dijual sebagai telur ayam kampung. Namun tukang jamu, baik yang di kios maupun jamu gendong keliling, akan tahu bahwa telur ayam kampung tersebut merupakan hasil budidaya ayam ras petelur. Harga telur ayam kampung yang dipelihara dengan cara layer ini, lebih mahal dibanding telur ayam ras, namun lebih murah dibanding telur ayam kampung yang benar-benar hidup liar di kampung-kampung.
Teknologi pemeliharaan ayam ras inilah yang kemudian juga dicoba untuk ayam kampung pedaging. Mulai dari breeding farmnya sampai ke pembesaran DOCnya (Day Old Chick = anak ayam umur sehari), semua menggunakan teknologi broiler. Namun yang dipelihara adalah ayam kampung. Breeding farmnya berupa kandang ren dengan enam sd. delapan induk betina (babon) dan satu induk jantan (jago). Pakan yang diberikan 100% pakan layer. Namun ke dalam minumannya tidak boleh ditambahkan egg stimulant. Meskipun produktivitas telur akan meningkat, namun kualitas telurnya akan menurun. DOC yang dihasilkan akan cacat. Sulit untuk keluar dari dalam telur, kakinya pengkor dll. cacat fisik.
Ras ayam kampung yang paling ideal untuk dipelihara adalah kedu. Baik kedu hitam maupun kedu putih. Sebagai pedaging, kedu hitam lebih menarik bagi konsumen. Selain kedu, kita juga bisa menyeleksi ras-ras unggul lokal. Menurut pengalaman para peternak, induk betina warna lurik cokelat kehitaman atau keabu-abuan, kualitasnya paling baik sebagai induk betina. Seleksi induk ini mutlak diperlukan sebab faktor ini akan sangat menentukan tingkat keberhasilan agribisnis ayam kampung selanjutnya. Sebagai pedoman, produktivitas telur ayam kampung yang dipelihara dengan teknologi broiller antara 15 sd. 35%. Artinya, dengan populasi induk betina 100 ekor, tiap harinya harus dihasilkan telur antara 15 sd. 35 butir. Lebih dari 35 butir per hari ada kemungkinan kualitas telur tatas akan menurun. Kurang dari 15 butir kegiatan akan merugi.
Induk betina 100 ekor, memerlukan induk jantan sebanyak 15 ekor. Dengan rasio jantan betina 1: 6 sd. 1 : 8. Hingga populasi satu unit pemeliharaan broiller kampung sebanyak 115 ekor. Dengan harga satu ekor ayam bibit Rp 20.000,- per ekor, maka investasi untuk satu unit peternakan tersebut Rp 2.300.000,-   Kandang yang diperlukan 16 petak berhadap-hadapan (8 - 8). Ukuran tiap unit kandang 4 X 9 dengan bagian beratap 4  X 4 dan 4 X 5 terbuka. Di bagian tengahnya dibuat jalur jalan bagi petugas kandang selebar 2 m. Hingga total luas kandang = 32 X 20 m = 640 m². Bagian yang beratap dan tertutup (untuk tidur dan bertelur) 256 m², bagian terbuka (diberi pagar kawat atau bambu) 320 m² dan jalur jalan di tengah 64 m.² Pagar bambu atau kawat harus diberi seng, fiber atau gedek setinggi 1 m. agar jago maupun babon antar unit kandang tidak bertarung.
Selain unit kandang induk yang juga diperlukan adalah unit penetasan, unit indukan, unit pembesaran anak dan unit karantina. Total bangunan kandang, gudang  dan rumah penjaga yang diperlukan paling sedikit seluas 500 m². Hingga total luas lahan yang diperlukan sekitar 1.500 m². Selain kandang, fasilitas pendukungnya adalah sumur atau sumber air lainnya, sambungan listrik 2.200 watt, jalur jalan minimal makadam yang bisa dimasuki pickup. Lokasi tidak berdekatan dengan perumahan hingga aroma kotoran tidak mengganggu. Untuk merancang unit peternakan ayam kampung dengan sistem broiler ini, memang diperlukan sebuah proyek proposal berdasarkan kondisi riil di lokasi. Namun perkiraan investasi sewa lahan, membangun kandang, pasang listrik, memantek sumur, membeli mesin tetas, induk ayam dan pakan minimal untuk 3 bulan, sekitar Rp 30.000.000,-      
Satu unit kandang breeder mampu nenampung antara 6 sd. 8 ekor babon dengan satu jago. Satu unit kandang demikian akan mampu memproduksi telur tetas antara 300 sd. 700 butir per 21 hari (satu periode penetasan). Yang layak tetas hanya 80% dari jumlah tersebut. Hingga untuk tiap unit kandang, peternak harus menyediakan mesin tetas dengan kapasitas 200 butir telur sebanyak 4 unit. Secara bergiliran mesin tetas ini akan mampu menampung telur yang dihasilkan. Daya tetas normal idealnya 80% hingga DOC yang dihasilkan per bulan antara 280 sd. 650 ekor. Dengan mortalitas maksimal 5%, maka produksi ayam potong umur 70 hari sebanyak 266 sd. 617 ekor. Target yang harus dipatok adalah antara 250 sd. 600 ekor atau angka tengahnya (terget minimal) 425 ekor ayam kampung potong umur 70 hari per bulan.
Dengan rotasi rutin ayam keluar umur 70 hari (2 bulan 10 hari), maka populasi anak ayam yang ada di peternakan sekitar 1.000 ekor. Porsi pakannya rata-rata 40 gram per hari.  Sementara induknya rata-rata 75 gram per hari. Dengan harga pakan rata-rata Rp 2.250,- per kg. maka kebutuhan pakan per bulan sekitar Rp 2.700.000,- Dengan harga anak ayam potong umur 70 hari @ ekor Rp 9.000,- maka pemasukan per bulan sesuai dengan target minimal adalah Rp 3.825.000,- Kalau pemasukan hanya mencapai target minimal maka marjin yang diperoleh baru bisa menutup biaya penyusutan kandang, alat, gaji karyawan, listrik dll. Sebab selisih antara biaya pakan dengan pendapatan hanyalah Rp 1.125.000,- Keuntungan akan dicapai apabila produksi ayam potong bisa mendekati angka 500 ekor per bulan.
Dalam usaha peternakan ini, ayam induk tidak perlu disusutkan. Sebab setelah produktivitasnya menurun, ayam induk ini bisa segera diafkir dengan tingkat harga lebih tinggi dari rata-rata harga ayam kampung pada umumnya. Hasil yang belum diperhitungkan adalah telur afkir (yang tidak layak tetas) dan kotoran ayam. Pengelolaan peternakan ini cukup dilakukan oleh dua tenaga kerja yang diberi upah bulanan Rp 300.000,- per orang ditambah bonus sesuai target yang dicapai. Pekerjaan rutin yang harus dilakukan mulai dari memberi makan induk dan anak, mengambil telur, mengontrol mesin tetas, mengontrol indukan untuk membesarkan DOC, dan menggemukkan anak ayam sampai siap jual.
Pemberian pakan dan minum dilakukan sehari dua kali, pagi dan sore hari. Sambil memberi makan ayam, dilakukan pengambilan telur. Telur langsung diseleksi. Seleksi pertama berdasarkan penampakan kulit telur, bentuk dan ukuran. Telur yang terlalu kecil atau terlalu besar serta yang kulitnya tidak sempurna harus diafkir. Selanjutnya dilakukan peneropongan dengan lampu. Telur yang tidak fertil juga harus diafkir. Hingga yang disimpan hanyalah telur dengan ukuran, bentuk dan kulit standar serta fertil. Telur ini dikumpulkan dalam wadah, ditaruh di tempat teduh serta aman, dan menunggu sampai satu minggu untuk dimasukkan ke dalam mesin tetas.
Dengan empat mesin tetas kapasitas 200 butir telur, maka pemasukan telur bisa rutin dilakukan seminggu sekali. Telur yang dimasukkan pada minggu I di mesin tetas nomor 1, akan menetas pada akhir minggu III atau awal minggu IV. Pada waktu itulah dimasukkan telur periode IV di mesin tetas nomor 4. Maksudnya agar mesin tetas nomor 1 sempat dibersihkan dan diistirahatkan. Pada akhir minggu IV, telur periode II dalam mesin tetas nomor 2 siap menetas. Pada waktu itulah telur periode V dimasukkan ke mesin tetas nomor 1 yang telah dibersihkan dan diistirahatkan. Demikian seterusnya hingga seluruh telur yang dihasilkan dari 100 ekor induk akan siap untuk ditetaskan. Kalau produksi telur normal, maka dalam satu minggu akan terkumpul minimal 100 butir dan maksimal 200 butir.
DOC yang baru menetas, harus segera ditaruh dalam indukan. Indukan yang paling hemat berupa bangunan ukuran 5 X 8 m. yang masif berdinding tembok batako atau papan kayu, dengan lantai diberi litter sekam dan berplafon. Ruangan ini disekat-sekat dengan triplek setinggi 0,5 m. untuk memisahkan DOC sesuai dengan umurnya. Namun bisa juga dibiarkan berupa los. Pemanas yang digunakan bisa berupa lampu minyak pada peternakan ayam broiller, namun saat ini banyak peternak yang tertarik untuk menggunakan pemanas kompor berbahan bakar batubara. Biaya bahan bakar batubara jauh lebih murah dibanding dengan pemanas dari minyak tanah. Pemanas dari listrik jarang sekali digunakan untuk indukan. Pemanas listrik berupa kawat nikelin hanya digunakan untuk pemanas mesin tetas.
Pakan dan air minum di ruang indukan, ditaruh dalam wadah pakan broiller. Pakan dan air minum harus tersedia selama 24 jam. Hingga sebelum habis harus ditaruh lagi. Jenis pakannya pakan starter yang kandungan proteinnya sangat tinggi. DOC hanya berada dalam ruang indukan selama dua sampai dengan tiga minggu. Selanjutnya mereka dipindah ke kandang pembesaran berupa kandang ren. Mereka yang tampak lemah dan belum siap untuk dipindah ke kandang pembesaran, tetap dibiarkan dalam ruang indukan. Pakan di kandang pembesaran berupa pakan broiller. Pada umur dua bulan, ayam mulai diseleksi untuk dijual. Pada umur 70 hari pun, tidak semua ayam dijual. Mereka yang sudah mencapai bobot 5 ons lah yang siap untuk dijual.
Harga ayam kampung yang dipelihara dengan sistem broiller, lebih murah dibanding dengan ayam kampung asli yang hidup liar di pedesaan, atau yang dikandangkan tetapi tetap diberi pakan jagung, gabah dan pakan alami lainnya. Para pedagang ayam akan segera tahu, apakah ayam kampung umur 70 hari itu diberi pakan jagung dan gabah, atau diberi konsentrat. Namun harga ayam kampung broiller ini tetap lebih mahal dibanding dengan ayam broiller dengan bobot sama. Salah satu keuntungan pemeliharaan ayam pedaging kampung dengan menggunakan sistem broiller adalah, peternak bisa memproduksi DOC sendiri. Hingga tingkat ketergantungan peternak pada agroindustri modern menjadi terkurangi. Tingkat keuntungan peternak akan semakin tinggi apabila mereka meramu pakan sendiri dengan membeli tepung ikan, jagung giling, bungkil, dedak, tepung tulang, tepung darah dll. (R) * * *  
 

Cara Membuat Telor Asin

Berikut ini adalah cara-cara Membuat Telur Asin
Bahan-bahan
  1. Telur : 5 Kg
  2. Bubukan Batu Merah : 7 Kg
  3. Garam Dapur Halus : 7 Kg
  4. Air Bersih : secukupnya
Cara Pembuatan Telor Asin
  1. Bubukan batu merah dan garam dapur dicampur menjadi satu ditambah dengan sedikit air sehingga berbentuk pasta
  2. Telor dicuci sampai bersih kemudian dioles dengan adonan yang sudah tersedia.
  3. Telur tersebut ditata didalam wadah, sisa pasta adonan ditutupkan diatas tatanan telur
  4. Telur direndam didalam adonan selama 1 minggu
  5. Setelah 1 minggu telur dapat dibongkar serta dicuci dan dapat dimasak.

Minggu, 13 Maret 2011

Telur tetas puyuh petelur, peluang usaha baru

Kendala bagi peternak pemula saat ini adalah sulitnya mencari pasokan DOQ/kuthuk puyuh pada saat harga puyuh tinggi. sebabnya adalah sampai kini belum ada perusahaan besar yang memproduksi DOQ secara besar-besaran sebagaimana pada ayam ras. Karena breeder/penetas yang ada sekarang masih berskala kecil, maka saat pesanan DOQ melonjak akan terjadi kekurangan stok sehingga harga DOQ naik. Itu pun, untuk memperoleh DOQ harus indent/pesan dulu, bahkan bisa sampai satu atau dua bulan.

Kendala ini sebenarnya bisa menjadi peluang bagi peternak puyuh yang sudah berpengalaman memelihara puyuh petelur konsumsi. Saat ini berkesempatan memperluas usahanya dengan memproduksi telur puyuh tetas.

Meski syarat-syarat kebersihan dan penjagaan puyuhnya menjadi lebih ketat, namun dengan ketekunan tidak ada hal yang tidak mungkin. apalagi jika dapat menetaskan sendiri telur-telur tersebut. Lebih dari itu, setidaknya untuk menjadi penetas, sebaiknya belajar dari penetas lain karena ada banyak hal yang harus diketahui. atau setidaknya anda membaca buku khusus tentang penetasan.

Jumat, 11 Maret 2011

Cara Mudah Membuat Kompos



PDF Print E-mail

kompos


Tidak banyak yang menyadari bila setiap hari kita memproduksi sampah yang jumlahnya terus meninggi.  Dan, kita juga tidak banyak menyadariya kian hari  kian sulit untuk membuang sampah.


Karena volume yang terus meninggi, lahan TPA (tempat pembuangan akhir sampah) cepat habis. Dan untuk memperluasnya tidaklah mudah. Reaksi warga di sekitar TPA  juga keras ketika mendengar ada rencana perluasan.

Mencari lahan TPA baru, terutama di kota-kota besar di Pulau Jawa lebih  sulit lagi. Warga sekitar  dengan keras selalu menolaknya. Mereka tidak rela bila pemukiman berdekatan dengan  tumpukan sampah. Ya.. siapa yang mau hidup  di lingkungan yang hampir tiap hari menghirup udara busuk.

Ada satu cara untuk menanggulangi makin menggunungnya sampah. Jika setiap rumah  tangga  memanfaatkan sampah organiknya untuk pupuk alami (kompos) bisa dihitung berapa pengurangan volume sampah yang terjadi.

Membuat pupuk kompos sendiri dari sampah organik tidaklah sulit. Berikut ini adalah cara membuat kompos.


1. Kompos Jadi Siap Pakai
Kompos alami banyak terdapat di lahan-lahan yang sebelumnya menjadi tempat pembangan sampah organik. Untuk mendapatkannya :

  1. Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah
  2. Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk
  3. Jemur sampai kering, lalu ayak
  4. Bubuhkan 50 - 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.


Bahan:
  1. 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage)
  2. 6,5 m3 kulit buah kopi
  3. 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)
  4. 30 kg abu dapur atau abu kayu

Cara Membuat

  1. Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.
  2. Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang dihasilkan berair dan lunak.
  3. Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu.
  4. Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 - 5 hari, lalu segera menurun lagi.
  5. Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.
  6. 2 - 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.
  7. Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja.
  8. Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro ataulainnya.


2.  Kompos Sistem Bogor
Bahan :

  1. Sampah mudah lapuk (garbage)kompos-3
  2. Jerami yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak.
  3. Kotoran ternak memamah biak
  4. Abu dapur atau abu kayu
Cara Membuat:
  1. Timbuni campuran jerami dan sampah setinggi 25 cm di atas bedengan berukuran 2,5 x 2,5 meter.
  2. Timbun lagi campuran kotoran dan air kencing ternak di atas timbunan tadi tipis-tipis dan merata.
  3. Timbun lagi campuran jerami dan sampah-sampah setinggi 25 cm.
  4. Tutup lagi dengan campuran kotoran dan kencing ternak.
  5. Timbun bagian paling atas dengan abu sampai setebal ± 10 cm.
  6. Balik-balik campuran bahan kompos setelah berlangsung 15 hari, 30 hari dan 60 hari.
  7. Setelah di proses selama 3 bulan kompos biasanya cukup matang.
  8. Agar pengomposan berhasil, buatlah atap naungan di atas bedengan pengomposan sebab air hujan dan penyinaran langsung matahari dapat menggagalkan proses pengomposan.

3. Kompos Sistem Terowongan Udara
Membuat kompos dengan sistem terowongan udara, yaitu dengan menumpukkan daun-daun, potongan rumput dan bahan lain di atas segitiga panjang yang terbuat dari bambu atau kayu.

Bahan :

  1. Daun, rumput
  2. Sampah organik

kompos_saringCara membuat:

  1. Buat terowongan segitiga.
  2. Terowongan udara terbuat dari bambu atau kayu berukuran kira kira : tinggi 20 cm, panjang 1.5 - 2 meter. Buatlah dua buah dan letakkan berdampingan.
  3. Tumpuklah daun dan  bahan yang lain diatas satu terowongan udara & biarkan yang satunya.
  4. Tambahkan bahan & siram dengan air secara teratur setiap hari agar tumpukan tetap lembab.
  5. Setelah bagian bawah mulai menghitam (seperti tanah), baliklah tumpukan keatas terowongan udara yang satunya. Tumpuk bahan yang baru di atas terowongan yang lama.
  6. Jaga kelembaban tumpukan dengan menyiramnya secara teratur & biarkan sampai menjadi kompos (kira-kira 6 minggu atau warnanya kehitaman semua).
  7. Setelah bahannya menjadi kompos, bisa digunakan untuk kebun. Ulangi lagi proses diatas, supaya anda selalu punya kompos.
  8. Kompos yang anda buat sendiri ini bisa digunakan untuk kesuburan tanah dan kesehatan tanaman anda.



4. Kompos Rumah Tangga
Sampah organik secara alami akan mengalami peruraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Proses penguraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara dan kelembaban.

Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan kompos, dalam 4 – 6 minggu sudah jadi. Apabila sampah organic ditimbun saja, baru berbulan-bulan kemudian menjadi kompos. Dalam proses pengomposan akan timbul panas krn aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba mengunyah bahan organic dan merubahnya menjadi kompos. Suhu optimal untk pengomposan dan harus dipertahankan adalah 45-65C.Jika terlalu panas harus dibolak-balik, setidak-tidaknya setiap 7 hari.

Bahan
kompos-4

  1. Di dalam rumah ( ruang keluarga, kamar makan ) dan di depan dapur disediakan 2 tempat sampah yang berbeda warna untuk sampah organic dan sampah non-organic.
  2. Diperlukan bak plastic atau drum bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya diberi beberapa lubang untuk mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman bambu.
  3. Dasar bak pengomposan dapat tanah atau paving block, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan, harus di bawah atap.

Cara Membuat

  1. Campur 1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
  2. Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur. Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi ) dapat pula dicampurkan .
  3. Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari ditambah sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
  4. Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal, kompos sudah jadi.
  5. Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.
  6. Keberhasilan pengomposan terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu, kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal untuk berkembang biak, ialah makanan cukup (bahan organic), kelembaban (30-50%) dan udara segar (oksigen) untuk dapat bernapas.
  7. Sampah organic sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.

Rahasia membuat pohon anggur berbuah.

Tanaman anggur di Indonesia banyak dipelihara dihalaman rumah sebagai pohon pelindung maupun penghias halaman, sehingga penataan dan persiapan tanaman utk pembuahan tidak dapat maksimal, sehingga sering-sering terjadi pohon tersebut berdaun lebat, subur, daun besar-besar dan merambat kesegala arah namun tidak menghasilkan buah walau sudah dikasi segala jenis pupuk dari jenis a sampai z.
Untuk membuat pohon anggur ini berbuah yang walau ditanam seadanya dan tidak mengikuti kaidah menanam pohon anggur yang benar (yaitu ada cabang utama/ cabang kedua/ cabang ketiga/ cabang pembuahan ) adalah suatu cara yang sangat mudah, namun memang buah yng dihasilkan juga seadanya, tdk terlalu besar-besar, dll)
Caranya adalah :
Tahap pertama: Potong semua ujung cabang yang ada hingga tinggal kira-kira setengah meter atau paling pendek 30 cm dari pangkal cabang. Tidak usah pedulikan apakah itu cabang utama atau cabang kedua, pokoknya seluruh ujung tanaman potong. Memotong cukup dng memutik batangnya kira-kira berjarak paling 30 cm dari pangkal cabang, sehingga masih gampang diputikkan/ dipotong dng tangan sebab bila sudah terlalu mendekati ke pangkal cabang maka cabang sudah keras dan susah diputik/dipotong dng tangan. Ingat…semua ujung cabang yang ada harus habis terpotong.
Tahap kedua: Gali lobang kecil sekitar pangkal tanaman ditanah sebanyak 4 lobang sedalam kira-kira 15 cm, masukkan pupuk NPK sebanyak 1 – 2 sendok makan, tutup galian, dan buat gundukan tanah menutupi pangkal batang.
Tahap ketiga: Siram di bagian jalur gundukan tanah yang melengkung sampai basah.
Tahap keempat: Tunggu dan biarkan, biasanya setelah 1-2 minggu akan keluar cabang baru dan dari cabang baru ini keluar bakal buah anggur-nya. Bila ingin buahnya manis dan besar-besar, maka setelah buah sebesar biji kelereng, lakukan penjarangan buah dengan cara membuang sebahagian buah yang kurang baik bentuknya, besarnya tdk sama, maka dengan pengurangan jumlah buah ini maka buah biasanya manis.
Tahap kelima: Lihat-lihat setiap pagi-siang-sore perkembangan buah anggur tersebut sambil minum kopi dan diiringi musik Enya (serta sebungkus SampoernaAmild bila anda perokok), karena disitulah dan saat itulah saat-saat yang paling mengasikkan dalam memelihara pohon anggur.
Tahap keenam: Berdoalah, semoga buah anggur anda tidak diambil tangan jahil.
Tahap ketujuh: Tidurlah dengan mimpi anggur anda bergantungan berbuah lebat

Kamis, 10 Maret 2011

Backlink

Paul Backlink Juni – Tambahan backlink untuk Site kamu

dari judulnya udah tau kan kalo bakalan ada PAket backlink dari paul?

nah bagi yang belom tau apa itu angela/ paul backlink maka silahkan cari di kanan atas masukan kata kunci dan search, dengan ini kamu bs titipin profile kamu di site di bawah ini.



LAngsung ajah deh Paul Paket Juni

http://ph.contiki.com/ - Page Rank 7

http://www2.turnto10.com/ - Page Rank 6

http://www.ecotonejournal.com/ - Page Rank 5

http://www.globalmapperforum.com/forums/ - Page Rank 5

http://www.forexpros.com/ - Page Rank 5

http://plugcomputer.org/ - Page Rank 6

http://softery.com/ - Page Rank 6

http://www.caseyfamilyservices.org/ - Page Rank 6

http://www.hometheaterforum.com/ - Page Rank 5

http://www.alexandrashouse.com/    4

http://www.elementsvillage.com/forums/    4

http://www.hometheaterfocus.com/    4

http://majorityrights.com/    4

http://crofting.org/    4

http://linuxdriverproject.org/foswiki/bin/view - Page Rank 5

http://www2.tricities.com/ - Page Rank 6

http://www.sxswbaby.com/ - Page Rank 5

http://www.contrexx.com/forum/ - Page Rank 4

http://www.bizsugar.com/ - Page Rank 5

http://www.adventuredevelopers.com/ - Page Rank 4

http://chessok.com/ - Page Rank 4

http://www.ifightdragons.com/ - Page Rank 5

http://www.connectmaldives.com/ - Page Rank 4

http://www.cheftalk.com/ - Page Rank 5

http://wireless.com.pt/forum/ - Page Rank 4

http://www.kapanga.net/IP/home.cfm - Page Rank 4

http://forums.bleachexile.com/ - Page Rank 4

http://liwa-project.eu/ - Page Rank 6

http://www.2bo4.com/    4

http://us.toluna.com/    4

http://www.thumpertalk.com/    4

http://forums.comingsoon.net/      5

http://nasworegon.org/ - Page Rank 5

http://prologika.com/ - Page Rank 4

http://www.campusrxbio.com/ - Page Rank 6

http://priyo.com/ - Page Rank 4

http://www2.timesdispatch.com/ - Page Rank 6

http://www.squawkradio.com/ - Page Rank 4

http://www.construction-resource.com/ - Page Rank 4

http://www.faqpal.com/ - Page Rank 5

http://www.klc.org.pk/board/ - Page Rank 5

http://blurt-online.com/ - Page Rank 5

http://www.punkz.fm/ - Page Rank 4

http://putyourfaithinaction.org/ - Page Rank 4

http://www.adopting.org/ - Page Rank 6

http://www.stratos-ad.com/ - Page Rank 4

http://www.hangfan.co.uk/ - Page Rank 4

http://autostyle.co.za/ - Page Rank 4

http://www.americanquarterly.org/ - Page Rank 6

http://www.greencalgary.org/ - Page Rank 5

http://www.astroclassifieds.com/ - Page Rank 5

http://www.nzwood.co.nz – Page Rank 5

http://www.freezecracker.com/ - Page Rank 4

http://healingstartswithus.net/ - Page Rank 4

http://www.highprofits.com/

nah yang ini buat angela nya 
http://www.macosxhints.com/

http://2dboy.com/

http://setiathome.berkeley.edu/

http://flowplayer.org/

http://www.php-fusion.co.uk/news.php

http://www.allure.com/

http://bitchmagazine.org/

http://www.punknews.org/

http://www.nonprofitmarketingblog.com/

http://www.milblogging.com/

http://www.thenextright.com/

http://www.wmagazine.com/

http://www.oswd.org/

http://www.ogre3d.org/

http://forums.zend.com/

http://www.zenphoto.org/

http://fusesource.com/

http://www.woltlab.com/

http://www.blender.org/

http://www.quinnware.com/

http://www.ecotuesday.com/

http://forum.filezilla-project.org/

http://www.photosig.com/

http://www.worldchanging.com/

http://www.thenation.com/

http://www.savetheinternet.com/

http://www.zabbix.com/

http://www.oooforum.org/

http://woxy.com/

Rabu, 09 Maret 2011

PAKAN ALTERNATIF

Meningkatnya harga pakan ternak pabrikan membuat para peternak Itik mencari bahan makanan alternatif untuk pakan ternaknya. Dimana dengan harga pakan yang terjadi saat ini membuat para peternak merugi, untuk itulah para peternak yang ada di desa Taras Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS) mencoba memanfaatkan KEONG EMAS yang ada dipersawan milik petani yang tersebar dipedesaan dijadikan makanan tambahan pengganti sebagian pakan pabrikan untuk ternak mereka. Yang mana selama ini Keong emas disawah merupakan hama penggangu padi yang sangat merugikan para petani di desa ini. Seperti yang telah dilakoni oleh Basit ini. Peternak ini tak begitu pusing lagi menaggung /memikirkan makintingginya harga pakan ternak bebek atau itik yang telah dipeliharanya sekian lama sampai sekarang ini. Peternak itik yang berasal dari Kecamatan Labuan Amas Selatan ini sekarang mulai berburu mencari dan mengumpulkan keong emas yang ada dipersawahan milik petani padi yang tersebar luas di desa Taras tersebut. Alhamdulillah, ternyata keong emas ini juga bisa diolah menjadi salah satu pakan tambahan pengganti pakan pabrikan (pakan alternatif). Saat kami coba untuk pakan itik ternayata keong emas ini sangat baik, dan membuktikan peningkatan produksi telur semakin meningkat, katanya. Proses pembuatan pakan alternatif yang berbahan keong emas ini ternyata sangat mudah dan sederhana sekali, hanya dengan menggiling keong emas tersebut secara halus lalu dicampur dengan pakan pabrikan langsung bisa di makan oleh ratusan itik tersebut. Dengan menggunakan pakan dari campuran keong emas ini ternyata tidak mengurangi produksi telor itik peliharaan, tetapi bahkan mengalami peningkatan dari pada pakan pabrikan sebelumnya. Yang dulunya saat masih menggunkan pakan pabrikan telur yang dihasilkan hanya sekitar 450 butir perhari. Kini produksi telurnya sudah mencapai 500 butir setiap harinya bahkan terkadang bisa lebih dari 600 ekor itik yang Basit pelihara. Setelah menggunakan pakan alternative ini selai bisa mengurangi biaya juga bisa mengurangi ketergantungan dengan pakan pabrikan yang terkadang susah untuk mendapatkannya, dan ternyata hasilnya sangat memuaskan bagi kami, terangya. Penggunaan pakan alternative ini, diakuinya dapat menekan biaya hingga Rp. 50 ribu perharinya. Yang mana sebelum menggunakan pakan alternative ini , peternaka harus mengeluarkan uang untuk pakan pabrikan sebesar Rp. 1.5 juta untuk membeli pakan pabrikan dalam setiap minggunya, dengan menggunakan campuran keong emas ini, pengeluaran untuk membeli pakan pabrikan bisa ditekan menjadi Rp. 1 juta setiap minggunya. Dimana penggunaan pakan pabrikan yang dulunya 7 karung sekarang hanya 5 karung. Bila dihitung – hitung, kini para petani yang ada di desa Taras bisa menghemat pengeluaran untuk pakan sebesar Rp. 500 ribu perminggunya. Sedangkan untuk pengeluaran membeli keong emas sebesar Rp. 50 ribu an dalam setiap minggunya, yang dibeli dari anak-anak yang mengumpulkan dengan harga sekitar Rp. 5 ribu sampai Rp. 6 ribu perbelek keong emas. Dari hasil percobaan dari peternak inilah, selain dapat menekan biaya untuk pembelian pakan pabrikan, juga sangat membantu para petani padi, dimana selama ini keong emas oleh para petani selama ini merupakan salah satu hama tanaman padi yang sangat mengganggu tanaman yang ada di persawahan yang sanagt merugikan dan susah untuk di basmi.
 

BUDIDAYA LELE

Jenis ikan lele memang memiliki banyak penggemar, karena jenis ikan tersebut memiliki daging yang gurih, serta tidak memiliki banyak duri. Selain itu lele juga memiliki harga yang murah, sehingga ikan lele dapat dinikmati oleh semua kalangan. Besarnya minat pasar akan lele sering dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis yang menggiurkan. Dari mulai bisnis kuliner lele yang beraneka macam hingga bisnis budidaya lele yang menguntungkan, mampu memberikan untung yang cukup besar. Ikan lele termasuk salah satu ikan yang budidayanya cukup mudah dan pertumbuhannya sangat cepat. Sehingga banyak para pelaku bisnis yang memilih lele untuk dibudidayakan.
Langkah sukses budidaya lele
Dalam proses budidaya lele, langkah – langkah yang dilakukan yaitu sebagai berikut :
1. Proses Pemijahan
Proses pemijahan untuk mengawinkan lele jantan dan lele betina tidaklah sulit. Pemijahan yaitu proses mempertemukan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Proses ini biasanya dilakukan pada kolam – kolam khusus pemijahan, dengan mencampurkan lele jantan dan lele betina yang sudah memenuhi syarat tertentu.
Syarat indukan jantan :
  • Kepala induk jantan lebih kecil dari betinanya, serta tulang kepalanya gepeng
  • Warna kulit dada induk jantan lebih tua dibandingkan yang betina, serta kulitnya lebih halus daripada betina
  • Kelamin jantan menonjol, memanjang ke arah belakang dibelakang anus dengan warna kemerahan
  • Perut indukan jantan lebih langsing dan kenyal dibanding induk betina
  • Gerakan lele jantan lebih lincah dibandingkan yang betina
Syarat indukan betina :
  • Kepalanya lebih besar dibandingkan induk betina
  • Warna klit dada lele betina lebih terang dibandingkan yang jantan
  • Kelamin induk betina berbentuk oval dan berwarna kemerahan, lubangnya lebar dan letaknya di belakang anus. Biasanya sel telur yang telah matang berwarna kuning
  • Untuk induk betina biasanya geraknya tidak selincah induk jantan
  • Perutnya lebih gembung dari induk jantan
Selama proses pemijahan indukan lele diberi makanan yang memiliki kadar protein cukup tinggi. Setelah diberikan protein yang cukup tinggi, induk betina  siap untuk dibuahi. Sel telur yang telah dibuahi akan menetas menjadi anakan lele setelah 24 jam. Setelah berumur satu minggu pisahkan hasil anakan dengan induk betina, sedangkan untuk pemindahan anakan setelah anakan berumur dua minggu.
Cara Pemindahan anakan lele :
- Mengurangi air di sarang pemijahan hingga tinggi air berkisar antara 10 cm sampai 20 cm
- Menyiapkan tempat penampungan ( baskom atau ember ) yang telah diisi air dari kolam pemijahan
- Samakan suhu kolam anakan dengan suhu kolam pemijahan
- Pindahkan anakan dari kolam pemijahan menggunakan cawan atau piring
- Kemudian pindahkan anakan ke kolam pendederan dengan hati – hati pada maalm hari, karena masih rentang terhadap tingginya suhu air

2. Pembudidayaan
Proses pembudidayaan adalah proses pembesaran bibit lele hingga berukuran siap jual berkisar antara 5 cm hingga 12 cm. Setelah anakan dipisahkan ke dalam kolam pendederan, usahakan kolam diberikan pelindung dari tingginya suhu. Biasanya dapat menggunakan penutup plastic atau menggunakan tanaman enceng gondok sebagai tanaman pelindung.
Selain pengaturan suhu kolam, dalam proses pendederan anakan ikan lele sudah boleh diberikan makan. Bisa berupa pakan alami seperti jentik jentik, kutu air, cacing kecil atau plankton yang dapat diberikan saat anakan lele berumur kurang dari 3- 4 hari. Setelah berumur 3 – 4 hari, anakan lele diperbolehkan diberikan makanan buatan dengan kadar protein serta nutrisi yang cukup tinggi. Dengan menambahkan POC NASA yang mengandung mineral penting serta protein dengan dosis  1 – 2 cc / kg pakan yang telah dicampuri sedikit air.
Untuk hasil maksimal, seekor lele dapat dipanen setelah umur 6 hingga 8 bulan. Namun kurang dari waktu tersebut, lele telah dapat dipanen jika beretnya telah mencapai 200 gram per ekor. Cara sukses dengan bisnis budidaya lele, dapat dijadikan sebagai salah contoh satu peluang usaha yang menjanjikan. Salam sukses

Senin, 07 Maret 2011

Mengoptimalkan Bisnis Ternak Itik


Jul 13th, 2010 | By galeriukm | Category: Peternakan Usaha peternakan itik atau Bebek di Indonesia telah lama dikenal masyarakat. Model peternakan itik kebanyakan menggunakan cara tradisional yang skala pemeliharaannya kecil dan umumnya diumbar, model pemberian pakanpun mengandalkan pakan alami yang diperoleh di sekitar. Saat ini berkembang bisnis ternak itik untuk pemenuhan kebutuhan daging disamping itik untuk kebutuhan telur yang sudah eksis sebelumnya. Seiring dengan semakin tumbuh warung makan serba bebek, kebutuhan bebek pedaging tidak kalah banyak dengan bebek petelur. Selain itu  Pemenuhan daging itik dari itik afkir saat ini sudah tidak mencukupi lagi. Prospek dari usaha pemeliharaan itik petelurpun  cukup baik mengingat konsumsi telur dari tahun ke tahun terus meningkat, pemeliharaannya sudah mengarah pada semi intentif maupun kearah intentif. Dengan demikian peluang usaha bisnis ternak itik cukup menjanjikan untuk ditekuni. Beberapa orang sukses dalam bisnis itik pernah diulas pada tulisan yang lain.

Bisnis Ternak Itik
Bisnis Ternak Itik, Foto Koleksi CV Bebek Udang Farm

Macam-macam Jenis Itik

Ada beranega ragam jenis itik yang berkembang dan diternakkan di Indonesia antara lain Itik tegal, Itik Mojosari, Itik Alabio, Itik Asahan ,itik Peking dan jenis itik lainnya. Itik Tegal memiliki ciri-ciri warna bulu putih polos sampai coklat hitam, warna paruh dan kaki kuning atau hitam.
Itik Mojosari merupakan itik yang berasal dari Mojosari, Mojokerto Jawa Timur yang memiliki ciri-ciri warna bulu coklat muda sampai coklat tua, warna paruh hitam dan kaki berwarna hitam.
Itik Alabio merupakan itik yang berasal dari Amuntai Kalimantan Selatan dengan Ciri-ciri : badan lebih besar dibandingkan dengan itik Tegal.
Itik Asahan merupakan itik yang dikembangkan di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Tips Memulai Bisnis Ternak Itik

Sebelum memulai bisnis ternak itik ada perlu diperhatikan untuk tujuan apa kita memelihara itik tersebut. Jika untuk tujuan daging maka yang kita pilih adalah itik jantan atau memelihara itik pedaging seperti itik Peking , Itik Jantan dipilih sebagai itik pedaging karena harga relatif lebih murah. Pemberian pakanpun ditekankan untuk penggemukan. Jika untuk tujuan itik petelur tentu itik betina yang memiliki sifat genetik yang baik dalam bertelur. Selain itu agar usaha ternak itik dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi peternak maka perlu diperhatikan bebrapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak itik, antara lain:
1. Pemilihan Bibit
2. Pemberian Pakan
3. Perkandangan
4. Tata Laksana Pemeliharaan
5. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
6. Pengelolaan Reproduksi
1. Pemilihan Bibit Itik
Untuk tujuan penghasil telur maka hendaknya dipilih itik-itik yang bercirikan :
• Tubuh ramping (tidak gemuk) dan bentuk seperti botol, leher kecil, panjang dan bulat seperti rotan.
• Kepala kecil, mata bersinar (terletak dibagian atas kepala).
• Sayap menutup badan secara rapat, dengan ujung sayap tersusun rapi dipangkal ekor, bulu halus, rapi dan tidak kusut.
• Kaki berdiri kokoh (induk yang produksi telurnya tinggi antara lain itik Tegal, Khaki Khampbell dan itik Bali).
2. Pemberian Pakan
Pada dasarnya pemberian pakan untuk itik memerlukan kandungan protein yang tinggi dan pemberian pakannya ada 2 macam cara yakni :
• Pakan lengkap dari satu jenis saja, dapat dalam bentuk all mash, pellet atau crumble yang sudah lengkap semua unsur nutrisinya (cara ini biasanya untuk suatu peternakan besar).
• Pakan lengkap dari beberapa jenis seperti campuran dedak padi, jagung, bungkil kedele dsb. (cara ini yang umum dipakai oleh peternak rakyat).
Jumlah/konsumsi pakan untuk berbagai periode umur itik :
Umur 1 – 2 minggu 60 gr/ekor/hari.
- Umur 3 – 4 minggu 80 gr/ekor/hari.
- Umur 5 – 9 minggu 100 gr/ekor/hari.
- Umur 10 minggu 150-180gr/ekor/hari.
Kebutuhan protein untuk berbagai periode :
- Anak itik (0 – 6 minggu) 20 – 22%
- Itik dara (6 – 13 minggu) 16 – 18%
- Dewasa (> – 13 minggu) 15 – 16%
Bahan-bahan makanan sumber protein antara lain :
- Bungkil kedele (protein 42 – 50%)
- Bungkil kelapa (protein 19 – 23%)
- Bungkil kacang (protein 0 – 15%)
- Tepung ikan (protein 42,3 – 68,8%)
Hal lain yang perlu diperhatikan antara lain :
- Bahan pakan yang akan diberikan hendaknya tidak berbau tengik, tidak berjamur dan tidak berlebihan jumlahnya.
- Selalu disediakan air minum dan ditempatkan agak lebih tinggi dari tempat pakan.
3. Perkandangan
Persyaratan kandang yang harus dipenuhi adalah : mudah dibersihkan, sirkulasi uadara lancar dan cukup mendapatkan sinar matahari. Beberapa tipe kandang yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pemeliharaannya seperti:
a. Kandang sistim terkurung atau postal
• Lantai kandang terbuat dari tanah yang dipadatkan dan dialasi/bagian atas dilapisi sekam/serbuk gergaji dicampur dengan serbuk kapur.
• Seluruh ruangan kandang dinaungi atap.
• Apabila sampai dewasa (produksi) kepadatannya dapat mencapai 4 ekor /m²
b. Kandang sistim koloni
Yakni perpaduan atau kombinasi antara terkurung dengan sistim dilepas, yang bercirikan :
• Lantai kandang dapat terbuat dari tanah yang dipadatkan ataupun
disemen dan dialasi dengan litter (dapat berasal dari sekam, kulit padi atau bekas serutan kayu/serbuk gergaji).
• Atap kandang menggunakan sistim atap berlubang
• Umbaran atau pekarangannya dibuatkan pagar setinggi ± 75 cm, yang dilengkapi dengan peralatan kandang (tempat makan dan minum)
• Dinding dari bambu atau kayu.
c. Kandang sistem batere
• Satu kotak untuk satu ekor itik (dengan ukuran 45 x 35 x 60), bahan kotaknya dapat dibuat dari bambu atau kawat.
• Lantai kandang sedikit miring (agar telur mudah menggelinding keluar).• Tempat makan dan minum diusahakan diluar kotak(dibagian depan)
• Semua kotak/kandang betere dikumpulkan pada satu tempat dan diberi
atap serta dindingnya dipagar dengan anyaman bambu atau kawat.
• Untuk anak itik digunakan indukan sebagaimana untuk anak ayam.
• Luasan lantai kandang yang diperlukan untuk anak itik sebagai berikut :
- Umur 1 hari – 1 minggu, kepadatannya 20 ekor/m².
- Umur 1 – 2 minggu, kepadatannya 18 ekor/ m².
- Umur 2 – 3 minggu, kepadatannya 15 ekor/m².
- Umur 5 – 6 minggu, kepadatannya 10 ekor/ m².
4. Tata Laksana Pemeliharaan Itik
Tata laksana pemeliharaan itik akan berpengaruh terhadap tata laksana perkandangan, pada umumnya ada beberapa model tata laksana pemeliharaan itik yaitu:
a. Secara ekstensif yaitu pemeliharaan yang berpindah-pindah.
b. Secara intensif yaitu secara terusmenerus dikandangkan seperti ayam ras.
c. Secara semi intensif yaitu dipelihara di kandang yanga ada halaman berpagar.
5. Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit
Melakukan pencegahan penyakit adalah lebih baik dari pada mengobatinya dan perlu diingat bahwa setiap penyakit belum tentu menyebabkan kematian, tetapi mungkit hanya menurunkan produksinya saja. Beberapa jenis penyakit yang biasa menyerang itik diantaranya:
- Salmonellosis (Pullorum + Berak kapur)
Penyebabnya bakteri Salmonella pullorum, bila menyerang itik umur 3-15 hari berakibat kematian tinggi. Tanda penyakit yang nampak adalah adanya kotoran warna putih lengket seperti pasta dan menempel pada dubur, tubuh lemah, lesu dan mengantuk kedinginan, cepat terengahengah, bulu kusam, sayap menggantung kadang terjadi kelumpuhan.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang serta makanan dan minum, isolasi itik yang sakit. Pengobatan dengan obat jenis sulfa dan antibiotik.
- Penyakit Cacing
Penyebabnya terbagi jenis cacing menyerang pada itik yang dilepas. Tanda penyakit adalah nafsu makan berkurang, mencret, bulu kusam, kurus dan produksi turun. Pencegahan harus dijaga kebersihan kandang jaga kelembabannya, sanitasi kandang dan makan, minum. Pengobatan dengan memberikan obat cacing minimal 3 bulan sekali.
-  Penyakit Botulismus
Penyebabnya adalah racun yang dihasilkan oleh kuman Clostridium botulinum, yang sering ditemukan pada bangkai hewan dan tanaman busuk. Itik yang digembalakan sering memakannya Tanda penyakit adalah itik lesu, lemah, lumpuh, pada leher kaki dan sayap, nampak mengantuk, kadang-kadang tidak dapat berdiri tegak dan kalau berjalan sempoyongan, bulu mudah rontik. Pencegahan dengan menjaga kebersihan makanan dan hindari makanan basi/sudah membusuk dan tercemar, makanan harus bersih dan baru atau kalau hijauan yang masih segar. Pengobatan dapat dicoba dengan obat laxanitia.pencahar (garam
6. Pengelolaan Reproduksi
Pengelolaan reproduksi itik berkaitan dengan penyediaan bibit itik yang berkualitas baik.  Bibit itik diperoleh melalui pengeraman dengan cara tradisional dengan memanfaatkan induk unggas maupun cara modern dengan menggunakan mesin penetas telur itik. Untuk skala besar dan intensif akan lebih ekonomis menggunakan mesin penetas yang ragamnya sangat banyak.
Untuk mencegah penurunan mutu genetik itik perlu dilakukan perhatian secara seksama dalam pengelolaan reproduksi dan pemilihan indukan itik. Karena itu perlu standard kualitas tertentu dalam melakukan pembibitan itik. Penurunan kualitas genetik itik bisa disebabkan oleh perkawinan keluarga terdekat (inbreeding), karena itu dianjurkan untuk ” memasukakan darah baru” dalam kelompok/kumpulan itik, hal ini dapat ditempuh dengan bertukar pejantan dari peternak lain, yang asal usul ternak itiknya berlainan.
Untuk menghasilkan bibit dengan daya tetas tinggi diperlukan rasio itik jantan dan betina 1 : 6 sampai 8. Seleksi dapat dilakukan mulai dari anak itik atau itik dara dan sebagai standar mutu bibit itik antara lain :
• Sehat, tidak cacat, bentuk dan warna bulu seragam. Untuk itik penghasil telur (Khaki compbell dan lokal) warna bulunya coklat, abu-abu muda (betina) dan coklat tua serta kehitaman biru berkilau warna bulu pada kepala, leher dan punggungnya (jantan).
• Sedangkan seleksi telur antara lain :
- Umur telur tidak lebih 7 hari
- Bentuk dan besar serta berat telur seragam
- Kulit kerabang halus, bersih dan ketebalannya rata.
• Pemilihan anak itik haruslah cermat, beberapa ciri anak itik yang baik antara lain :
- Penampilan tegap, gesit dan lincah
- Mata menonjol, bening dan hidup.
- Bagian rongga perut terasa lembut dan kenyal.
- Pusar kering dan tertutup.
- Kaki tampak kokoh.
- Bulu halus, lembut, mengkilap yang menutup seluruh tubuh. (Galeriukm).
Sumber:
1. http://www.warintekjogja.com/warintek/warintekjogja/warintek_v3/datadigital/bk/itik%20jogja.pdf
2. http://www.disnakkeswan-lampung.go.id/brosur/itik.pdf

Pembuatan Telur Asin

ada dasarnya proses pembuatan telur asin ini ada beberapa cara. Namun kebanyakan orang lebih memilih dengan cara direndam atau di balut dalam adonan garam dicampur dengan serbuk bata merah, tanah liat, atau abu gosok. Selain itu juga ada yang merendamnya dengan cairan teh bercampur dengan adonan garam.


Dalam hal ini kesemua cara tersebut bertujuan sama yaitu membuat telur itik menjadi telur yang berasa asin. Tetapi ada juga yang mencoba membuat telur asin dengan ditambahkan rasa jahe, rasa jeruk, bahkan rasa cabai kedalam larutan garamnya, sehingga rasa telur tersebut tidak hanya asin, melainkan berpadu dengan rasa lain yang telah ditambahkan kedalam adonan garam tersebut.

Untuk lebih jelasnya kita ulas saja satu persatu tentang proses pembuatan telur asin ini.

A. Pemilihan Telur.
  
Untuk mengetahui secara pasti kondisi telur yang akan diasinkan, maka perlu dilakukan pemeriksaan sekaligus pemilihan (sortasi). Namun, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa telur-telur yang akan diperiksa tersebut merupakan telur yang belum pernah dierami sama sekali, sehingga kemungkinan adanya janin didalamnya dapat dihindari. Disamping itu, harus dihindari juga penggunaan telur yang telah mengalami keretakan atau pecah kulit, karena selama dalam perendaman putih telurnya akan menerobos keluar dan membuat larutan perendamannya berbau busuk.

Pereiksaan dilakukan dengan memasuukan telur-telur tersebut kedalam suatu wadah atau bak plastik yang telah diisi dengan air, kemudian mengamati posisi telur telur etrsebut didalam air. Telur yang melayang. harus segera dipisahkan, sedangkan telur yang tengelam atau yang setengah melayang dibiarkan terendam beberapa saat sehingga kotorannya mudah dibersihkan. Telur-telur yang baik tersebut, kemudian dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air hingga benar-benar bersih, serta ditiriskan.

Pemeriksaan telur bisa juga dilakukan seperti langkah-langkah berikut :
1. Kelompokkan telur berdasarkan tingkat kebersihannya. kemudian bersihkan mulai dari kelompok kotor kemudian kelompok yang sangat kotor.
2. Telur yang kurang kotor dapat dibersihkan dengan kain/busa halus yang kering atau ampelas nomor 0. Telur yang g kotor dan sangat kotor ditempatkan diwadah terpisah dan dibersihkan dengan cara merendamnya dalam air detergen hangat selama 2 menit untuk melepaskan kotoran yang sudah mengering.
3. Teropong telur yang sudah kering. Perhatikan keutuhan kerabang, keadaan isi telur dan rongga udaranya. Pilihlah telur yang kerabangnya utuh/tidak retak dan isi telur terlihat bersih serta memiliki rongga udara lebih kecil.

B. Membuat Adonan dan Larutan

Sebelum memulai proses pembuatan telur asin, kita buat adonan garam atau larutan garam terlebih dulu untuk bahan pemeraman atau perendaman telur. Kalau kita baru pertama kali membuat telur asin, maka kita harus lebih memperhatikan takaran media atau garam yang akan kita larutkan, agar rasa asin pada telur tidak kurang atau berlebihan. Karena proses pembuatan telur asin ini bisa dilakukan dengan beberapa macam cara. maka kita akan bahas satu persatu cara membuat adonan atau larutan ini.

1. Membuat Larutan Garam.


Proses pembutan larutan garam jebuh ini berfungsi sebagai larutan perendam telur. Proses ini harus didahulukan karena membutuhkan waktu lama untuk mendinginkannya kembali.

Adapun proses pembuatannya diawali dengan memanaskan air hingga suhu tertentu (tidak perlu sampai mendidih) yang sekiranya cukup dapat membantu proses pelarutan garam dan saltpeter. Kemudian masukkan garam dan saltpeter, dan aduk hingga larut seleuruhnya. Selanjutnya angkat larutan garam jenuh tersebut dari perapian, dan diamkan beberapa saat hingga menjadi dingin kembali.

2. Membuat Adonan Garam.

Karena media adonan yang akan dibuat ada 3 jenis, maka kita tentukan takarannya untuk masing-masing media.

a. Adonan 1 dengan media tanah liat.
Takarannya untuk telur ayam atau itik 30 butir, tanah liat 20 genggam, sekam padi 0,5 kg, gara 1 kg, air bersih secukupnya.

b. Adonan 2 dengan media abu gosok atau abu dapur.
Untuk telur ayam atau itik sejunlah 30 butir, takarannya abu gosok 60 genggam, garam 1 kg, air bersih secukupnya.

c. Adonan 3 dengan media serbuk bata merah.
Dengan telur ayam atau itik yang berjumlah 30 butir, kita gunakan serbuk bata merah sebanyak 60 genggam, garam 1 kg, salpeter atau sendawa 50 gram, air bersih secukupnya dan sabun cuci secukupnya.

Cara membuatnya adalah sebagai berikut.
1/ Salah satu bahan adonan (tanah liat, abu, atau serbuk batu merah), dicampur dengan garam dan salpeter sesuai takaran yang telah ditentukan.
2/ Aduk adonan tersebut hingga tercampur merata.
3/. Kemudian tambahkan air sedikit demi seedikit sambil diaduk menjadi adonan yang kental agar dapat melekat pada kulit telur.

Untuk mendapatkan tingkat kekentalan yang tepat, adonan dapat dicoba untuk ditempelkan pada kulit telur. Apabila adonan tersebut dapat melekat dengan baik dan mudah, bararti tingkat kekentalannya telah tepat.

Dengan cara pemeraman ini, sebagian sebagian kecil (5%-10%) dari garam akan terserap kedalam telur. Oleh karena itu, bila adonan pembalut akan dipergunakan lagi, maka perlu ditambahkan garam pada adonan tersebut sebanyak 5%-10% dari total berat garam semua.

Dalam pembuatan setiap adonan, kadar air yang dibutuhkan disesuaikan dengan tingkat kekeringan media. Makin tinggi tingkat kekeringannya, maka makin banyak pula air yang diperlukan. Kebutuhan air dinyatakan cukup apabila adonan sudah dapat menempel pada kulit telur. Adonan yang mendapat air dalam jumlah yang kurang ataupun berlebihan, akan mengakibatkan adonan tidak dapat menempel pada kulit telur.

C. Proses Membuat Telur Asin.

Untuk membuat telur asin, kita harus tahu cara-caranya secara rinci. Setidaknya secara garis besar kita mengetahui urutan pembuatan telur asin ini.

Adapun beberapa cara membuat telur asin yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang adalah sebagai berikut.

a. Perendaman dengan larutan garam.
Perendaman telur dilakukan selama 7-10 hari dalam larutan garam yang sudah didinginkan, agar menghasilkan telur asin yang rasa asinnya cukup enak untuk dinikmati. Sebelum telur-telur dimasukkan kedalam wadah perendaman, terlebih dahulu letakkan wadah tersebut ditempat yang aman dan rata, untuk menghindari retak atau pecahnya telur pada saat proses perendaman.

b. Pemeraman dengan adonan garam.
Caranya adalah dengan membungkus telur menggunakan adonan garam. Usahakan agar tiap sisi memiliki tingkat ketebalan yang sama, agar rasa asin yang meresap kedalam telur merata. Kemudian taruh dalam wadah dan peramkan selama 7-10 hari. Setelah pemeraman dianggap cukup maka adonan pembungkus harus segera dilepas dari telur tersebut, sehingga rasa asin pada telur tidak berlebihan. Meresapnya larutan garam kedalam telur memperngaruhi kualitas produk telur asin tersebut.

c. Perendaman dengan adonan garam.
Cara perendaman dengan adonan ini lebih mudah dibadningkan dengan cara pemeraman. Kita tinggal menyediakan wadah, lalu tuangkan sedikit adonan kedalam wadah tersebut sebagai lapisan bawah dan ratakan. Kemudian letakkan telur-telur yang sudah bersih diatas lapisan adonan, dengan memberikan jarak antara telur. Setelah itu timbunlah telur-telur tersebut dengan adonan yang masih tersisa sampai rata menutupi semua telur. Biarkan telur terendam adonan garam selama 7-10 hari. Dalam perendaman ini adonan yang dibuat haruslah lebih banyak daripada untuk pemeraman, karena telur harus tertutup rapat dengan adonan.















Pemanenan

Setelah dirasa [erendaman atau pemeraman cukup waktunya (+/- 7-10 hari ). segera bongkar adonan pembalut pada telur. Agar tidak merusak telur pada saat pengbongkaran adonan pembalut, sebaiknya tambahkan sedikit air hingga adonan yang kering menjadi sedikit basah dan gembur. Dengan demikian, adonan dapat dibongkar dengan lebih mudah dan aman. Setelah itu, pisahkan telur yang kulitnya retak atau memperlihatkan tanda-tanda kebusukan. Simpan telur yang baik ditempat yang dingin atau bisa langsung direbus. Jika telur hendak dipasarkan, biasanya sisa-sisa adonan yang menempel tidak di bersihkan semua untuk membedakan dengan telur tawar yang masih mentah.

Perebusan

Bila telur asin hendak dipasarkan dalam keadaan matang, maka perebusan dapat langsung dilakukan. Cuci dahulu telur asin yang hendak direbus hingga bersih. Untuk mncegah retak atau pecahnya telur dalam proses perebusan ini, sebaiknya dilakukan cara perebusan seperti berikut ini.
a. Masukkan telur dalam panci perebus yang telah diisi dengan air secukupnya.
b. Panaskan dengan api kecil, usahakan agar air perebus menjadi panas namun tidak mendidih (+/- 30 menit).
c. Selanjutnya, api dapat dibesarkan hingga air mendidih.

Hal ini dilakukan agar putih telur menjadi matang atau mengental terlebih dahulu sebelum mematangkan semua isi telurnya. Sehingga benturan-benturan yang terjadi selama perebusan, tidak akan menyebabkan retak atau pecahnya telur-telur asin tersebut.

Untuk telur asin matang dari hasil perendaman dengan larutan garam jenuh, biasanya memiliki putih telur yang berlubang-lubang (keropos)
Telur asin yang dihasilkan baik dari cara perendaman dengan larutan jenuh, melalui pemeraman, atau perendaman dengan adonan media garam, memiliki hasil yang berbeda-beda baik rasa maupun warnanya. Demikian juga dengan jenis telur dan juga tebal atau tipisnya kulit telur yang mempengaruhi daya serap telur terhadap laritan garam sehingga memberikan hasil yang berbeda pula.

TIPS Khusus Membuat Telur Asin.

Dalam telur asin terdapat kandungan gizi seperti protein, karbohidrat dan mineral beberapa kali lebih besar dibanding telur ituk tawar.

Ciri Telur Asin Rebus Yang Baik adalah :
Memiliki kuning telur berwarna kuning cerah dan berminyak. Dan posisi kuning telur berada ditengah-tengah, bukan dipinggir juga tidak banyak terdapat rongga. Simak baik-baik tips untuk proses membuat telur asin.

A. Direndam dalam larutan teh.
Setelah jadi telur asin mentah biasanya langsung dicuci dan direbus hingga matang. Namun ada juga sebagian orang yang merendam telur pada larutan teh terlebih dahulu sebelum telur asin mentah tersebut direbus. Bahkan kalau mungkin perendaman dilakukan selama 4-8 hari.

Biasanya telur asin yang sudah matang dapat bertahan selama 2-3 minggu. Namun jika hal ini dilakukan keawetan telur asin dapat mencapai hingga 6 minggu.

Penggunakan ekstrak daun teh ini bertujuan agar zat tanin yang terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-pori telur serta memberikan warna coklat muda yang menarik. Juga aroma telur asin yang dihasilkan akan lebih disukai konsumen.

B Telur Asin dengan Berbagai Aroma.

Dalam khalayak umum sudah pernah ada yang bereksperimen membuat telur asin dengan membubuhi berbagai macam aroma dan rasa, seperti telur asin rasa jahe, cabe, juga jeruk.

Penelitian yang dilakukan adalah memberikan campuran ekstrak jahe, cabe, atau jeruk kedalam larutan garam jenuh untuk merendam telur itik.

Cara membuat ekstrak jahe tersebut adalah dengan mengupas bersih jahe, kemudian diblender dengan air secukupnya, lalu disaring dan jadikan ekstrak jahe. Hal yang sama dapat dilakukan untuk membuat ekstrak rasa lainnya.

Kemudian ekstrak inilah yang akan dicampurkan kedalam larutan garam jenuh yang sudah dingin, lalu diaduk rata. Kemudian rendam telur itik kedalam larutan tersebut selama 7-10 hari. Langkah selanjutnya sama seperti pada pembuatan telur asin biasa.

Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penyampuran ekstrak rasa kedalam larutan garam jenuh untuk merendam telur hanya akan mempengaruhi rasa asin dari telur tersebut, namun tidak mempengaruhi warna baik putih maupun kuning telurnya.

Jadi bila kita menambahkan ekstrak jahe maka rasa asin telur akan bercampur dengan rasa jahe begitu pula untuk ekstrak rasa yang lain. Sehingga kita bisa membuat sendiri telur asin rasa jahe, telur asin rasa pedas, dan telur asin rasa jeruk.

Nah silakan mencoba dengan tip-tips kami ini